Makna Silaturahmi

Oleh Buya Yahya

Semarak hari raya idul fitri kita saksikan. Tradisi mudik, saling berziarah dan halal bihalal mewarnai suasana idul fitri di negri tercinta ini, tentu menelan biaya yang amat besar. Ada yang mereka cari, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka cari. Ada yang mereka rindukan, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan yang mereka rindukan. Mereka mencari cinta disla-sela kesibukannya. Mereka merindukan cinta ditengah-tengah kekerasan dan kebejatan sebagian bangsa manusia. Mereka tidak butuh gebyar lahir, marak hari raya dan bebagai tradisi yang yang tidak menghadirkan makna cinta. Ada yang perlu dicermati apa yang menjadikan cinta tidak kunjung terwujud dalam kebersamaan bangsa ini, kendati aktivitas lahir penyambung hati sudah dilaksanakan. Cinta tersembunyi dibalik tabir kedengkian, kesombongan, dan kerakusan yang tak terkendalikan, maka sesemarak apapun gebyar silaturahmi lahir kita adakan, jika tabir-tabir tersebut tidak disingkap dan disingkirkan sungguh sinar cinta tidak kunjung memancar di hati kita.
Baca lebih lanjut

Fudhail Bin ‘Iyadh

Tobat, Gara-gara Wanita Cantik

Pada masanya, Fudhail bin ‘Iyadh adalah seorang yang paling ‘abid, zuhud, wara’, serta paling mengenal Allah SWT.
Sebelumnya, beliau adalah seorang penyamun yang suka membegal orang. Sebab-sebab tobatnya ialah karena pada suatu hari ia tertarik oleh seorang wanita yang sangat cantik. Ketika beliau sedang memanjat tembok rumah wanita itu untuk melampiaskan keinginannya terhadap wanita itu, tiba-tiba terdengar olehnya suara orang yang sedang membaca Al-Qur’an yang artinya:
“Belumlah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka).” (S. Al-Hadid, 16). Baca lebih lanjut

Masdar: Tak pantas Kepentingan Bisnis Menggilas Situs Sejarah

BERKAITAN PENGGUSURAN MAKAM KRAMAT PRIOK

Jakarta, RABIGH
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi meminta pemerintah DKI Jakarta tidak menggunakan ’tangan besi’ dalam menjalankan penggusuran areal sekitar makam Almarhum Habib Al Haddad Al Maghfurlah atau Mbah Priok.

Menurutnya, apapun alasannya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP DKI tidak bisa diterima. ”Itu bukan saja pelanggaran norma keadaban tapi sudah merupakan kejahatan dan kebiadaban,” katanya kepada NU Online di Jakarta, Rabu (14/4).
Baca lebih lanjut

SAYYID ABBAS AL MALIKI AL HASANI DARI MAKKAH SINGGAH DI LIRBOYO

Kediri.Lirboyo.com-Sebagai rangkaian lawatan keluar negeri, Sayyid Abbas Al Maliki Al Hasani, berkenan singgah di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri (14/04), setelah sebelumnya melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Jampes Kediri. Ulama’ besar dari Makkah Almukaromah ini berkunjung di Indonesia setelah 25 hari lamanya, melakukan kunjungan silaturrohim ke negara Britania Raya.
Baca lebih lanjut

Menag: Al-Qur’an Insprirator Penyatuan Gerakan Umat Islam

Jakarta, NU Online
Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan, Al-Qur`an sebagai kitab petunjuk memiliki posisi sentral dalam kehidupan manusia, sekaligus sebagai inspirator penyatuan gerakan-gerakan umat Islam sepanjang zaman.

“Hal ini terlihat dari bermunculannya gerakan agama seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah maupun organisasi Islam lainnya di seluruh dunia,” papar Menag pada acara peluncuran mushaf Al-Qur`an Bayan di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (19/1).
Baca lebih lanjut

Fastabiqul Khairat

Oleh : KH. Nasaruddin Umar

BERLOMBA-lombalah ke dalam kebajikan, demikian arti QS al-Baqarah/2 :148 yang menjadi topik tulisan ini. Redaksi yang mirip juga ditemukan dalam QS al-Maidah/5:2: Berlomba-lombalah ke dalam urusan kebaikan dan ketakwaan dan jangan berlomba-lomba ke dalam dosa dan permusuhan. Kedua ayat ini mungkin sangat relevan untuk diangkat guna menyikapi munculnya selebriti media pekan-pekan terakhir ini. Energi publik seperti tersedot untuk menyaksikan pemberitaan berbagai media menyangkut kasus sejumlah oknum.

Instititusi pemerintah dan oknum dibalik institusi tersebut dibuka secara vulgar bahkan ada yang cenderung masuk ke dalam kategori pornoaksi, pemberitaannya diperdengarkan ke seluruh Tanah-Air tanpa sedikitpun mengalami sensor. Pemberitaannya pun ditayangkan berulang-ulang yang didengarkan oleh warga bangsa dengan segala jenis umur.
Baca lebih lanjut

Ketentuan dalam Mengadla Shalat

Para mukallaf atau orang-orang dibebani kewajiban-kewajiban agama harus mengganti atau qadla shalat yang ditinggalkan dan dianjurkan dilaksanakan dengan segera.

Para ulama memberikan penjelasan bahwa bila ia tidak melaksanakan shalatnya dengan segera tanpa adanya udzur, maka ia wajib melaksanakan dengan segera. Bahkan ia diharamkan melakukan kesunahan. Bila ia tidak melaksanakan shalat karena ada udzur maka mengadla dengan segera hukumnya sunnah saja.
Baca lebih lanjut